REI DKI Susun Blue Print Jakarta Menuju Kota Kreatif

0
93

JAKARTA – Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 pada 23 Agustus. Menteri Perumahan Rakyat Periode 1978-1988 Cosmas Batubara mengatakan, pemerintah bisa menggunakan organisasi REI untuk mempercepat penanganan masalah perumahan.

Menurut tokoh perumahan nasional itu, peran serta REI DKI Jakarta sangat vital dalam mendukung pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengingat status yang disandang Jakarta sebagai ibu kota negara dan pusat bisnis.

Cosmas yang merupakan pelopor peremajaan kota (urban renewal) mengatakan, urban renewal bisa menjawab masalah kelangkaan tanah di kota-kota besar Bisa bangun kampung bersusun.

“Artinya, perilaku dan tradisi masyarakat kampung tidak hilang. Mereka biasanya sangat solider satu sama lain. Antara rusun satu dengan lainnya bisa saling terhubung. Jika ini dapat diwujudkan, wajah kota akan lebih indah. Sehingga akan banyak ruang terbuka hijau tersedia,” kata dia dalam rilisnya, Sabtu (19/8/2017).

Senada dengan Cosmas, Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan (HUD Institute) Zulfi Syarif Koto berharap rekomendasi yang kelak dihasilkan REI dengan keberpihakan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat miskin perkotaan dapat menciptakan tata ruang yang berkeadilan.

“Pengusaha itu harus untung supaya makin banyak yang bisa dibangun. Namun, jangan pernah meninggalkan kewajiban untuk perumahan MBR hanya karena aturan yang ada punya kelemahan,” ujarnya.

HUD lanjut Zulfi punya konsep namanya Creating Shared Value (CSV) dalam penyediaan perumahan, yaitu konsep dalam strategi bisnis yang menekankan pentingnya memasukkan masalah dan kebutuhan sosial dalam perancangan strategi perusahaan pengembang.

Dengan persoalan dan kapasitas yang dimiliki DKI Jakarta, maka CSV sangat mungkin diterapkan pengembang dan pemprov demi menciptakan hunian yang layak dan terjangkau bagi semua.

Adapun Ketua Kehormatan REI Lukman Purnomosidi berharap Jakarta menjadi ‘Kota Kreatif’ kelas dunia seperti Sydney, Toronto, Tokyo atau Seoul. Modal Jakarta untuk menjadi ‘Creative City’ sudah lebih dari cukup, terutama Jakarta sebagai ibu kota Indonesia yang kaya akan talenta-talenta kreatif serta asset ragam budaya yang luar biasa kaya.

“Saya sangat yakin ini akan bisa diwujudkan oleh Gubernur Anis-Sandi nanti. Dan saya berharap REI DKI sebagai kumpulan para profesional dan enterpreneur dapat merumuskan Blue Print Pembangunan Jakarta untuk masukan ke Gubernur,” imbuh Ketua DPP REI periode 2004-2007.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Edi Kuntadi. Menurutnya, untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota yang kreatif diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. “Kadin Jaya siap menjadi mitra strategis Pemda untuk menggerakan ekonomi Jakarta,” ucapnya.

Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman mengatakan, cetak biru Pembangunan Perumahan Jakarta 2017-2022 yang akan disampaikan sebagai masukan kepada Gubernur DKI Jakarta seusai Musda bertujuan agar Jakarta sebagai ibu kota negara mempunyai arahan pembangunan daerah yang jelas dan tegas, sehingga memberi kepastian hukum dan merangsang tumbuhnya investasi baru.

“Sebagai kota besar dengan lebih dari 10 juta penduduk, Jakarta tak hanya berkembang sebagai pusat ekonomi Indonesia, juga menjadi pusat ekonomi dunia. Itu sebabnya Blue Print Pembangunan Perumahan Jakarta 2017-2022 sangat diperlukan,” jelasnya.